Qul Huwallahu Ahad
Sekedar Copy Paste Postinganku di Milis Mediacare :-)
To: mediacare@yahoogroups.com
Date: Jun 5, 2006 9:50 PM
Subject: Re: [mediacare] Qul huwallahu ahad
Setahu saya di Al Quran emang Allah menggunakan Kami dan Aku.
Untuk Kami saya baru tahu 2 pendapat. Yang pertama, kami ini sebagai pengagungan dari aku. Seperti juga di bahasa arab untuk kamu (anta = kamu (laki-laki), anti = kamu (perempuan). Antum untuk kamu jamak, tapi dipakai juga untuk kamu yang sopan. Pendapat kedua, Kami dipakai karena Allah melaksanakan dengan menyuruh malaikat. Allah memerintahkan malaikat untuk membagai rezeki sesuai dengan kehendak Allah, menyuruh malaikat mencabut nyawa, meniup sangkakala, memelihara bumi. Untuk seperti ini digunakan Kami.
Tapi khusus seperti untuk Doa, digunakan Aku. Seperti ayat doa di surat Al Baqoroh ayat 186, Allah sampe menggunakan kata Aku 7 kali dalam satu ayat. Jarang banget lho. dan di bahasa Arab angka 7 juga bermaksud untuk angka yang sangat besar. Terjemahan: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang AKu, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa (hanya) kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) - Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
Yang jelas emang di surat Al Ikhlas yang dimulai dengan Qul Huwa Allahu Ahad (Ayat yang membuat Irene masuk islam) di akhir ayat Wa lam yakun lahu kufuwan ahad diartikan dan tidak ada yang setara dengannya, atau arti lain bahwa Allah tidak satupun yang menyerupai Allah. jadi Allah itu tidak akan pernah berwujud seperti manusia. dan belum pernah ada yang pernah bertemu dengannya kecuali Muhammad saw ketika isra mi'raj, itupun masih ditutupi tabir.
Akhirnya karena itu, maka perjumpaan dengan Allah, melihat wajah Allah merupakan kenikmatan yang tertinggi yang dijanjikan Allah bagi hamba-Nya yang sholeh. Duhai, alangkah meruginya bagi mereka yang tidak akan melihat wajah penciptanya. Jadi ini yang membedakan dengan Kristen yang Tuhannya menyerupai atau berwujud manusia dan berjumpa dengan manusia. di Islam Allah itu bersemanyam di langit ke-7 di Arasy, Jadi Allah itu bukan di mana-mana, akan tetapi ada di langit ke-7, hanya saja pengetahuannya dan kekuasaannya membuat Allah lebih dekat daripada urat leher dan ada di mana-mana.
Karena Bumi ini tidak akan mampu walaupun menampung cahaya Allah (cahaya di atas cahaya). Dikisahkan Bani Israil yang ngotot minta dilihatkan Allah ke Nabi Musa as. Maka ketika baru cahaya saja yang muncul sebentar maka gunung pun meleleh sehingga mereka pingsan. Senyum bidadari pun bisa menerangi bumi ini. Jadi menjadi wujud manusia merupakan suatu kehinaan yang tidak akan dilakukan dan Allah Maha Suci dari apa yang dipersekutukan kepada-Nya.
Jadi, marilah kita menggapai kerinduan perjumpaan dengan Allah, bercengkrama dan berdialog dengan-Nya. karena itu adalah kenikmatan yang tertinggi dimana tidak semua orang kelak di akhirat bisa melihat Wajah Allah swt. Jadi seandainya di agama Kristen, maka tidak ada ada lagi kerinduan untuk melihat wajah Tuhan-Nya karena sebagian sudah berjumpa walau dalam wujud manusia, bahkan dilukiskan.
Wallahua'lam bi showab
Reza

Comments